Rabu, 31 Desember 2014

MENGKAJI KEBUTUHAN PROMOSI KESEHATAN



   A.    PENDAHULUAN
Lawrence Green (1984) merumuskan definisi promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik, dan organisasi, yang dirancang untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang kondusif  bagi kesehatan. Dari batasan ini jelas, bahwa promosi kesehatan pendidikan kesehatan plus, atau promosi kesehatan adalah lebih dari pendidikan kesehatan. Promosi kesehatan bertujuan untuk menciptakan suatu keadaan, yakni perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan. Ottawa Charter (1986) berpendapat, Health Promotion isthe process of enabling people to control over and improve their health”. (Proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya). Menurut Victorian Health Fundation – Australia (1997), Health Promotion is a program are design to bring about ‘change’ within people, organization, communities and their environment. Sedangkan Bangkok Charter (2005) menyatakan Health Promotion is the process of enabling people to increase control over their health and its determinants, and thereby improve their health”. Jadi Promosi Kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari masyarakat, oleh masyarakat, untuk masyarakat dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan.
Secara prinsipil, sasaran promosi kesehatan adalah masyarakat. Masyarakat dapat dilihat dalam konteks komunitas, keluarga maupun individu. Sasaran promosi kesehatan juga dapat dikelompokkan menurut ruang lingkupnya, yakni tatanan rumah tangga, tatanan sekolah, tatanan tempat kerja, tatanan tempat-tempat umum, dan institusi pelayanan kesehatan. Dalam memenuhi sasaran promosi kesehatan tersebut maka harus ditemukan prioritas masalah yang terjadi di dalam masyarakat tersebut. Mengkaji kebutuhan promosi kesehatan diidentifikasi dari pendekatan dan model dalam pelaksanaan promosi kesehatan, yang memungkinkan sebuah program promosi kesehatan direalisasikan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Promosi kesehatan yang berorientasi kepada kebuthan dan permintaan masyarakat, dalam pelaksanaannya selalu dihadapkan pada keterbatasan waktu, sumber dan energi. Oleh karena itu, cara efektif dalam melaksanakan promosi kesehatan adalah menetapkan skala prioritas.
1.      KONSEP-KONSEP KUNCI
a.       Promosi kesehatan
b.      Faktor Predisposisi
c.       Pengkajian Riwayat Kesehatan
d.      Pengkajian Fisik
e.       Pengkajian Kesiapan Pasien untuk Belajar
f.       Kesiapan Emosi
g.      Kesiapan Kognitif
h.      Kesiapan Berkomunikasi
i.        Pengkajian Motivasi
j.        Pengkajian Faktor Pemungkin
k.      Pengkajian Faktor Penguat
2.      PETUNJUK
a.       Pelajari BAB II Mengkaji Kebutuhan Promosi Kesehatan dengan seksama
b.      Penyajian setiap bab meliputi : judul bab dan konsep-konsep kunci, petunjuk, tujuan pembelajaran secara umum dan khusus, paparan materi, tugas dan latihan, rangkuman dan soal-soaldi akhir bab yang dilengkapi dengan kunci jawaban.
c.       Kerjakan setiap soal dengan tekun dan lakukan evaluasi disetiap soalnya.
d.      Carilah sumber-sumber pendukung yang memperdalam pengetahuan tentang promosi kesehatan
e.       Ikuti, simak dan pahami penyajian di setiap tahap.

3.      TUJUAN PEMBELAJARAN
a.      Tujuan Pembelajaran Umum
Memahami prioritas masalah di masyarakat dan mengkaji kebutuhan promosi kesehatan.
b.      Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan:
1.      Memahami konsep dasar promosi kesehatan.
2.      Mampu menjelaskan pengkajian-pengkajian yang terkait dengan promosi kesehatan.
3.      Mampu mengidentifikasi hubungan antara kebutuhan dengan promosi kesehatan.


   B.     PENYAJIAN MATERI
Untuk mengidentifikasi individu yang menjadi sasaran kegiatan promosi kesehatan merupakan proses yang kompleks. Pada beberapa kasus, individu lebih bersifat menerima pertolongan daripada menggunakannya, seperti menerima anjuran, informasi atau penyuluhan kesehatan. Selain itu suatu pelayanan dapat tidak terjangkau atau tidak menarik minat kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Tindakan positif mungkin diperlukan agar setiap individu mendapat kesempatan yang sama terhadap promosi kesehatan.
Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah mengidentifikasi kebutuhan dan membuat prioritas dari kegiatan promosi kesehatan. Menurut Supranto (2001), maksud menentukan kebutuhan adalah membentuk suatu daftar semua dimensi mutu yang penting dalam mneguraikan barang atau jasa. Penting atau tidaknya prioritas suatu kegiatan promosi kesehatan dengan jasa yang dihasilkan bagi sasaran bergantung pada persepsi sasaran terhadap kebutuhan promosi kesehatan itu sendiri sebagai pengguna dan penerima promosi kesehatan.
Untuk mengetahui prioritas masalah suatu individu, maka harus mengkaji kebutuhan individu. Pengkajian adalah upaya mengumpulkan data secara lengkap dan sistematis untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan dan keperawatan yang di hadapi pasien baik fisik, mental, sosial maupun spiritual dapat ditentukan. Sedangkan, promosi kesehatan adalah ilmu dan seni membantu masyarakat menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal. Kesehatan yang optimal didefinisikan sebagai keseimbangan kesehatan fisik, emosi, sosial, spiritual, dan intelektual. . Ini bukan sekedar pengubahan gaya hidup saja, namun berkaitan dengan pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih mendukung dalam membuat keputusan yang sehat.
Jadi, hal penting yang perlu dikaji dalam kebutuhan promosi kersehatan adalah keseimbangan kesehatan fisik, emosi, sosial, spiritual, dan intelektual sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung, mengubah perilaku buruk, dan meningkatkan kesadaran mengenai kesehatannya. Dalam pengkajian kebutuhan promosi kesehatan terdapat tiga hal penting yang perlu dikaji yaitu, .
1.      Pengkajian Faktor Predisposisi
a.       Pengkajian riwayat keperawatan
Informasi tentang usia akan memberi petunjuk mengenai status perkembangan seseorang, sehingga dapat memberi arah mengenai isi promosi kesehatan dan pendekatan yang harus digunakan.pertanyaan yang di ajukan hendaknya sederhana. Pada klien usia lanjut, pertanyaan diajukan dengan perlahan dan diulang. Status perkembangan, terutama pada klien anak, dapat dikaji melalui observasi ketika anak melakukan aktivitas, sehingga perawat mendapat data tentang kemampuan motorik dan perkembangan intelektualnya.
Persepsi klien tentang keadaan masalah kesehatannya saat ini dan bagaimana mereka menaruh perhatian terhadap masalahnya dapat memberikan informasi kepada perawat tentang seberapa jauh pengetahuan mereka mengenai masalahnya dan pengaruhnya terhadap kebiasaan aktivitas sehari-hari. Informasi ini dapat memberi petunjuk kepada perawat untuk memberi arahan yang tepat serta sumber-sumber lain yang dapat digunakan oleh klien.
Kepercayaan klien tentang kesehatan, kepercayaan tentang agama yang dianut, dan peran gender merupakan faktor penting dalam mengembangkan rencana pendidikan kesehatan. Kepercayaan yang penting digali pada klien, contohnya adalah kepercayaan tidak boleh menerima tranfusi darah, tidak boleh menjadi donor organ tubuh, dan tidak boleh menggunakan alat kontrasepsi.
Berbagai daerah mempunyai kepercayaan dan praktik-praktik tersendiri. Kepercayaan dalam budaya tersebut dapat berhubungan dengan kebiasaan makan, kebiasaan mempertahankan kesehatan, kebiasaan menangani keadaan sakit, serta gaya hidup. Perawat sangat penting mengetahui hal tersebut, namun demikian tidak boleh menarik asumsi bahwa setiap individu dalam suatu etnik dengan kultur tertentu mempunyai kebiasaan yang sama, karena hal ini tidak selalu terjadi. Oleh karena itu, perawat tetap harus mengkaji dan menilai klien secara individual.
Keadaan ekonomi klien dapat berpengaruh terhadap proses belajar klien. Bagaimanapun, perawat harus mengkaji hal ini dengan baik, karena perencanaan pendidikan kesehatan dirancang sesuai dengan sumber-sumber yang ada pada klien agar tujuan tercapai. Jika tidak, rancangan tidak akan sesuai dan sulit untuk dilaksanakan. Bagaimana cara klien belajar adalah hal yang sangat penting untuk diketahui. Cara belajar yang terbaik bagi setiap individu bervariasi. Cara terbaik seseorang dalam belajar mungkin dengan melihat atau menonton untuk memahami sesuatu dengan baik. Dilain pihak, yang lain mungkin belajar tidak dengan cara melihat, tetapi dengan cara melakukan secara actual dan menemukan bagaimana cara-cara mengerjakan sesuatu hal. Yang lain mungkin dapat belajar dengan baik dengan membaca sesuatu yang dipresentasikan oleh orang lain. Perawat perlu meluangkan waktu dan memupuk keterampilan untuk mengkaji klien dan mengidentifikasi gaya belajar, untuk kemudian mengadaptasi pendidikan kesehatan yang sesuai dengan cara-cara klien belajar. Menggunakan variasi teknik mengajar dan variasi aktivitas selama mengajar adalah jalan yang baik untuk memenuhi kebutuhan gaya belajar klien. Sebuah teknik akan sangat efektif untuk beberapa klien, sebaliknya teknik lain akan cocok untuk klien dengan gaya belajar yang berbeda.
Perawat perlu mengkaji system pendukung klien untuk menentukan siapa saja sasaran pendidikan yang mungkin dapat mempertinggi dan mendorong proses belajar klien. Anggota keluarga atau teman dekat mungkin dapat membantu klien dalam mengembangkan keterampilan di rumah dan mempertahankan perubahan gaya hidup yang diperlukan klien.
b.      Pengkajian fisik
Pengkajian fisik secara umum dapat memberikan petunjuk terhadap kebutuhan belajar klien. Contohnya: status mental, kekuatan fisik, status nutrisi. Hal lain yang mencakup pengkajian fisik adalah pernyataan klien tentang kapasitas fisik untuk belajar dan untuk aktivitas perawatan diri sendiri. Kemampuan melihat dan mendengar memberi pengaruh besar terhadap pemilihan substansi dan pendekatan dalam mengajar. Fungsi system muskuloskelet mempengaruhi kemampuan keterampilan psikomotor dan perawatan diri. Toleransi aktivitas juga dapat mempengaruhi kapasitas klien untuk melakukan aktivitas.
c.       Pengkajian kesiapan klien untuk belajar
Klien yang siap untuk belajar sering dapat dibedakan dengan klien yang tidak siap. Seorang klien yang siap belajar mungkin mencari informasi, misalnya melalui bertanya, membaca buku atau artikel, tukar pendapat dengan sesama klien yang pada umumnya menunjukkan ketertarikan. Dilain pihak, klien yang tidak siap belajar biasanya lebih suka untuk menghindari masalah atau situasi. Kesiapan fisik penting di kaji oleh perawat apakah klien dapat memfokuskan perhatian atau lebih berfokus status fisiknya, misalnya terhadap nyeri, pusing, lelah, mengantuk, atau lain hal.
Kesiapan emosi. Apakah secara emosi klien siap untuk belajar? Klien dalam keadaan cemas, depresi, atau dalam keadaan berduka karena keadaan kesehatannya atau keadaan keluarganya biasanya tidak siap untuk belajar. Perawat tidak dapat memaksakan, tetapi harus menunggu sampai keadaan klien memungkinkan dapat menerima proses pembelajaran.
Kesiapan kognitif. Dapatkah klien berpikir secara jernih? apakah klien dalam keadaan sadar penuh, apakah klien tidak dalam pengaruh zat yang mengganggu tingkat kesadaran? Pertanyaan itu sangat penting untuk dikaji.
Kesiapan berkomunikasi. Sudahkah klien dapat berhubungan dengan rasa saling percaya dengan perawat? Ataukah klien belum mau menjalin komunikasi karena masih belum menaruh rasa percaya. Hubungan saling percaya antara perawat dank lien menentukan komunikasi dua arah yang diperlukan dalam proses belajar mengajar.
d.      Pengkajian motivasi
Secara umum dapat diterima bahwa seseorang harus mempunyai keinginan belajar demi keefektifan pembelajaran. Motivasi dan memberi rangsangan atau jalan untuk belajar merupakan faktor penentu yang sangat kuat untuk kesuksesan dalam mendidik klien dan berhubungan erat dengan pemenuhan kebutuhan klien. Motivasi seseorang dapat dipengaruhi oleh masalah keuangan, penolakan terhadap status kesehatan, kurangnya dorongan dari lingkungan social, pengingkaran terhadap penyakit, kecemasan, ketakutan,rasa malu atau adanya konsep diri yang negatif. Motivasi  juga dipengaruhi oleh sikap dan kepercayaan. Contohnya,  motivasi belajar seorang pria setengah baya yang dinyatakan hipertensi dan mulai mendapat pengobatan anti hipertensi untuk mengendalikan tekanan darahnya mungkin akan rendah jika teman dekatnya menceritakan bahwa ia impotent setelah mendapat pengobatan yang sama.
Pengkajian tentang motivasi belajar sering merupakan bagian dari pengkajian kesehatan secara umum atau diangkat sebagai masalah yang spesifik. Seorang perawat ketika mengkaji motivasi dan kemampuan klien harus betul-betul mengerti sepenuhnya tentang subjek belajar. Motivasi memang sulit untuk dikaji, mungkin dapat ditunjukka secara verbal atau juga secara nonverbal.
2.      Pengkajian Faktor Pemungkin
Faktor pemungkin mencakup keterampilan serta sumber daya yang penting untuk menampilkan perilaku yang sehat. Sumber daya dimaksud meliputi fasilitas yang ada, personalia yang tersedia, ruangan yang ada, atau sumber-sumber lain yang serupa. Faktor ini juga menyangkut keterjangkauan sumber tersebut oleh klien: apakah biaya, jarak, waktu dapat dijangkau? Bagaimana keterampilan klien untuk melakukan perubahan perilaku perlu diketahui , karena dengan mengetahui sejauh mana klien memiliki keterampilan pemungkin, wawasan yang bernilai bagi perencana pendidikan kesehatan dapat diperoleh.
3.      Pengkajian Faktor Penguat
Faktor penguat adalah faktor yang menentukan apakah tindakan kesehatan memperoleh dukungan atau tidak. Sumber penguat tersebut bergantung kepada tujuan dan jenis program. Di dalam pendidikan kesehatan klien di rumah sakit, misalnya, penguat diberikan oleh perawat, dokter, ahli gizi, atau klien lain dan keluarga. Di dalam pendidikan kesehatan di sekolah penguat mungkin berasal dari guru, teman sebaya, pimpinan sekolah, dan keluarga. Apakah faktor penguat itu positif atau negative tergantung pada sikap dan perilaku orang lain yang berpengaruh. Pengaruh itu tidak sama, mungkin sebagian mempunyai pengaruh yang sangat kuat dibandingkan dengan yang lainnya dalam mempengaruhi perubahan perilaku.
Perawat perlu mengkaji secara cermat faktor penguat ini, untuk menjamin bahwa sasaran pendidikan kesehatan mempunyai kesempatan yang maksimum untuk mendapat umpan balik yang mendukung selama berlangsungnya proses perubahan perilaku.


   C.    TUGAS DAN LATIHAN
1.      “Segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik dan organisasi, yang dirancang untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.” merupakan definisi promosi kesehatan menurut...
a.      Lawrence Green
b.      Ottawa Charter
c.       Victorian Health Fundation
d.      Bangkok Charter
e.       Soekidjo Notoatmodjo
2.      Apakah yang menjadi tujuan dari Promosi Kesehatan  ?
a.  Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu pada masyarakat
b. Menciptakan suatu keadaan, yakni perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan
c. Meningkatkan derajad kesehatan masyarakat
d. Membantu menyelesaikan permasalahan kesehatan dalam masyarakat
e.  Memberikan pelayanan kesehatan secara gratis pada masyarakat
3.      Apa yang harus dilakukan untuk mengetahui prioritas masalah individu ?
a.       mengevaluasi kebutuhan individu
b.      mengintervensi kebutuhan individu
c.       mengkaji kebutuhan individu
d.      mendiagnosa kebutuhan individu
e.       mengimplementasi kebutuhan individu
4.      Dalam pengkajian kebutuhan promosi kesehatan terdapat tiga hal penting yang perlu dikaji, yaitu ...
a.       Riwayat keperawatan, pegkajian fisik dan pengkajian kesiapan pasien untuk belajar
b.      Pengkajian fisik, pengkajian predisposisi dan kesiapan emosi
c.       Kesiapan kognitif, kesiapan berkomunikasi dan pengkajian motivasi
d.      Pengkajian faktor penguat, pengkajian motivasi dan kesiapan emosi
e.       Pengkajian predisposisi, pengkajian faktor pemungkin dan pengkajian faktor penguat
5.      Dibawah ini merupakan faktor predisposisi yang perlu dikaji, kecuali...
a.       Pengkajian riwayat keperawatan
b.      Kesiapan faktor penguat
c.       Pengkajian fisik
d.      Pengkajian kesiapan klien untuk belajar
e.       Pengkajian motivasi
6.      Dibawah ini yang bukan termasuk pengkajian kesiapan klien untuk belajar adalah
a.       Kesiapan fisik
b.      Kesiapan Emosi
c.       Kesiapan Kognitif
d.      Kesiapan Komunikasi
e.       Kesiapan Psikomotorik
7.      “Status mental, kekuatan fisik, status nutrisi dan pernyataan klien tentang kapasitas fisik untuk belajar dan untuk aktivitas perawatan diri sendiri” , termasuk dalam pengkajian :
a.       Pengkajian riwayat keperawatan
b.      Pengkajian fisik
c.       Pengkajian kesiapan klien untuk belajar
d.      Pengkajian motivasi
e.       Pengkajian faktor penguat
8.      Motivasi dan memberi rangsangan atau jalan untuk belajar merupakan faktor penentu yang sangat kuat untuk kesuksesan dalam mendidik klien dan berhubungan erat dengan pemenuhan kebutuhan klien. Dibawah ini yang mempengaruhi motivasi klien adalah ...
a. Masalah keuangan, penolakan terhadap status kesehatan, kurangnya dorongan dari lingkungan social, pengingkaran terhadap penyakit, kecemasan, ketakutan,rasa malu atau adanya konsep diri yang negative, sikap dan kepercayaan.
b. Masalah politik, penolakan terhadap status keluarganya dan kurangnya informasi
c.  Masalah spiritual, penolakan terhadap dirinya dan kurangnya dukungan dari keluarga.
d. Masalah ekonomi, rasa cemas, rasa takut dan rasa malu
e. Perasaan rendah diri dan kurangnya dorongan dari lingkungan sosial
9.      “Motivasi belajar seorang pria setengah baya yang dinyatakan hipertensi dan mulai mendapat pengobatan anti hipertensi untuk mengendalikan tekanan darahnya mungkin akan rendah jika teman dekatnya menceritakan bahwa ia impotent setelah mendapat pengobatan yang sama”, merupakan contoh dari pengkajian :
a.       Pengkajian riwayat keperawatan
b.      Pengkajian fisik
c.       Pengkajian kesiapan klien untuk belajar
d.      Pengkajian motivasi
e.       Pengkajian faktor penguat
10.   Saat pengkajian faktor penguat diharapkan perawat  mengkaji secara cermat. Hal ini bertujuan untuk ...
a.   Untuk mengetahui prioritas masalah suatu individu
b. Untuk menentukan siapa saja sasaran pendidikan yang mungkin dapat mempertinggi dan mendorong proses belajar klien.
c. Untuk menjamin bahwa sasaran pendidikan kesehatan mempunyai kesempatan yang maksimum untuk mendapat umpan balik yang mendukung selama berlangsungnya proses perubahan perilaku.
d.  Untuk memberikan petunjuk terhadap kebutuhan belajar klien
e.   Untuk mempengaruhi kapasitas klien untuk melakukan aktivitas.
D.    PENUTUP
1.      Rangkuman
Pengkajian adalah upaya mengumpulkan data secara lengkap dan sistematis untuk dikaji dan dianalisis. Sedangkan, promosi kesehatan adalah ilmu dan seni membantu masyarakat menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal. Hal penting yang perlu dikaji dalam kebutuhan promosi kersehatan adalah keseimbangan kesehatan fisik, emosi, sosial, spiritual, dan intelektual sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung, mengubah perilaku buruk, dan meningkatkan kesadaran mengenai kesehatannya. Dalam pengkajian kebutuhan promosi kesehatan terdapat tiga hal penting yang perlu dikaji yaitu, .
                          I.        Pengkajian Faktor Predisposisi
a.       Pengkajian riwayat keperawatan
b.      Pengkajian fisik
c.       Pengkajian kesiapan klien untuk belajar
                                                  i.            Kesiapan emosi.
                                                ii.            Kesiapan kognitif.
                                              iii.            Kesiapan berkomunikasi.
d.                  Pengkajian motivasi
                     II.          Pengkajian Faktor Pemungkin
Faktor pemungkin mencakup keterampilan serta sumber daya yang penting untuk menampilkan perilaku yang sehat.
                  III.          Pengkajian Faktor Penguat
Faktor penguat adalah faktor yang menentukan apakah tindakan kesehatan memperoleh dukungan atau tidak. 
2.      Tes Akhir Bab
a.      Soal
1.      “Segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik dan organisasi, yang dirancang untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.” merupakan definisi promosi kesehatan menurut...
a.       Lawrence Green
b.      Ottawa Charter
c.       Victorian Health Fundation
d.      Bangkok Charter
e.       Soekidjo Notoatmodjo
2.      Apakah yang menjadi tujuan dari Promosi Kesehatan  ?
a.  Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu pada masyarakat
b. Menciptakan suatu keadaan, yakni perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan
c. Meningkatkan derajad kesehatan masyarakat
d. Membantu menyelesaikan permasalahan kesehatan dalam masyarakat
e.  Memberikan pelayanan kesehatan secara gratis pada masyarakat
3.      Apa yang harus dilakukan untuk mengetahui prioritas masalah individu ?
a.         Mengevaluasi kebutuhan individu
b.         mengintervensi kebutuhan individu
c.         mengkaji kebutuhan individu
d.        mendiagnosa kebutuhan individu
e.         mengimplementasi kebutuhan individu
4.      Dalam pengkajian kebutuhan promosi kesehatan terdapat tiga hal penting yang perlu dikaji, yaitu ...
a.       Riwayat keperawatan, pegkajian fisik dan pengkajian kesiapan pasien untuk belajar
b.      Pengkajian fisik, pengkajian predisposisi dan kesiapan emosi
c.       Kesiapan kognitif, kesiapan berkomunikasi dan pengkajian motivasi
d.      Pengkajian faktor penguat, pengkajian motivasi dan kesiapan emosi
e.       Pengkajian predisposisi, pengkajian faktor pemungkin dan pengkajian faktor penguat
5.      Dibawah ini merupakan faktor predisposisi yang perlu dikaji, kecuali...
a.         Pengkajian riwayat keperawatan
b.         Kesiapan faktor penguat
c.         Pengkajian fisik
d.        Pengkajian kesiapan klien untuk belajar
e.         Pengkajian motivasi
6.      Dibawah ini yang bukan termasuk pengkajian kesiapan klien untuk belajar adalah
a.       Kesiapan fisik
b.      Kesiapan Emosi
c.       Kesiapan Kognitif
d.      Kesiapan Komunikasi
e.       Kesiapan Psikomotorik
7.      “Status mental, kekuatan fisik, status nutrisi dan pernyataan klien tentang kapasitas fisik untuk belajar dan untuk aktivitas perawatan diri sendiri” , termasuk dalam pengkajian :
a.       Pengkajian riwayat keperawatan
b.      Pengkajian fisik
c.       Pengkajian kesiapan klien untuk belajar
d.      Pengkajian motivasi
e.       Pengkajian faktor penguat
8.      Motivasi dan memberi rangsangan atau jalan untuk belajar merupakan faktor penentu yang sangat kuat untuk kesuksesan dalam mendidik klien dan berhubungan erat dengan pemenuhan kebutuhan klien. Dibawah ini yang mempengaruhi motivasi klien adalah ...
a. Masalah keuangan, penolakan terhadap status kesehatan, kurangnya dorongan dari lingkungan social, pengingkaran terhadap penyakit, kecemasan, ketakutan,rasa malu atau adanya konsep diri yang negative, sikap dan kepercayaan.
b. Masalah politik, penolakan terhadap status keluarganya dan kurangnya informasi
c.  Masalah spiritual, penolakan terhadap dirinya dan kurangnya dukungan dari keluarga.
d. Masalah ekonomi, rasa cemas, rasa takut dan rasa malu
e. Perasaan rendah diri dan kurangnya dorongan dari lingkungan sosial
9.      “Motivasi belajar seorang pria setengah baya yang dinyatakan hipertensi dan mulai mendapat pengobatan anti hipertensi untuk mengendalikan tekanan darahnya mungkin akan rendah jika teman dekatnya menceritakan bahwa ia impotent setelah mendapat pengobatan yang sama”, merupakan contoh dari pengkajian :
a.       Pengkajian riwayat keperawatan
b.      Pengkajian fisik
c.       Pengkajian kesiapan klien untuk belajar
d.      Pengkajian motivasi
e.       Pengkajian faktor penguat
10.   Saat pengkajian faktor penguat diharapkan perawat  mengkaji secara cermat. Hal ini bertujuan untuk ...
a.   Untuk mengetahui prioritas masalah suatu individu
b. Untuk menentukan siapa saja sasaran pendidikan yang mungkin dapat mempertinggi dan mendorong proses belajar klien.
c. Untuk menjamin bahwa sasaran pendidikan kesehatan mempunyai kesempatan yang maksimum untuk mendapat umpan balik yang mendukung selama berlangsungnya proses perubahan perilaku.
d.  Untuk memberikan petunjuk terhadap kebutuhan belajar klien
e.   Untuk mempengaruhi kapasitas klien untuk melakukan aktivitas.

b.      Kunci Jawaban
1.      A
2.      B
3.      C
4.      E
5.      B
6.      E
7.      B
8.      A
9.      D
10.  C



DAFTAR PUSTAKA

Aziz, Alimul Hidayat. 2002. Pengantar Dokumentasi Proses Keperawatan. Jakarta: EGC.
Rizka, Aditya.2012.mengkaji Kebutuhan Promosi Kesehatan.online.( http://theadityarizka.blogspot.com/2012/10/mengkaji-kebutuhan-promosi-kesehatan.html). Diakses tanggal 31 Agustus 2014
Smeltzer dan Suzanne C. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddarth. Jakarta: EGC.
Soekidjo, Notoatmodjo, 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Soekidjo, Notoatmodjo. 2003. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Wahit Iqbal Mubarak, dkk. 2006. Ilmu Keperawatan Komunitas 2. Jakarta: CV Sagung Seto. 7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar