Tampilkan postingan dengan label Laporan Pendahuluan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan Pendahuluan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Desember 2014

LAPORAN PENDAHULUAN CA PARU

A.    LAPORAN PENDAHULUAN
1.      Definisi
Tumor paru adalah tumor gans pada paru, 95% tumor ganas ini bronkogenik karsinoma (Price and Wilsons, 1994)
Proses kanker paru berasal dari saluran napas sendiri yang mengalami degenerasi maligna:
a.       Sel-sel bronkus
b.      Sel-sel alveolus
c.       Sel-sel mucus
d.      Jaringan ikat diluar pernapasan
Kanker paru merupakan abnormalitas dari sel-sel yang mengalami proliferasi dalam paru. Tumor paru merupakan keganasan pada jaringan paru ( price, patofisiologi, 1995)

2.      Jenis kanker paru dan sifat-sifatnya
a.       Kanker paru epidermoid ( squamous cell lung cancer)
Adalah sel kanker mirip dengan sel epitel epitel saluran napas atas / permukaan epitel bronkus. Terletak sentral disekitar hilus menonjol ke dalam bronkus besar.
1)      Pertumbuhan paling lambat
2)      Penderita dapat bertahan hidup lebih dari satu tahun, kadang-kadang bisa sampai 2-3 tahun meninggal karena metastasis ataupun komplikasi
b.      Adenokarsinoma paru (adeno carcinoma of the lung)
Sel kanker mirip dengan kelenjar mkcus dalam paru. Memperlihatkan susunan seluler seperti bronkus dan dapat mengaandung mukus. Kebanyakan timbul di bagain perifer segmen bronkus kadang-kadang dikaitkan dengan jaringan parut lokal dan interstisial
1)      Pertumbuhannya termasuk sedang


c.       Kanker paru dengan sel berdiferensiasi rendah
Pertumbuhan cepat sekali. Pada karsinoma sel kecil sudah ada metastasis saat didiagnosis.
1)      Karsinoma sel kecil ( small cell lung cancer)
a)      Terletak di sekitar percabangan utama bronkus
b)      Timbul dari sel-sel kulchitsky, komponen dari epitetel bronkus
c)      Berbentuk sel kecil menyerupai biji oat (karsinoma sel oat)
d)     Waktu pembelahan tercepat dan prognosis terburuk
2)      Karsinoma sel besar ( large cell lung cancer)
a)      Adalah sel-sel ganas besar dan berdiferensiasi sangat buruk dengan sitoplasma yang besar
b)      Cenderung timbul pada jaringan paru perifer, tumbuh cepat, dengan penyebaran ekstensif dan cepat ke tempat-tempat jauh

3.      Etiologi
Timbul secara langsung paru (kanker paru primer). Dapat menimbulkan metastasis dibeberapa organ lain : otak, tulang, hati. Metastasis dari proses keganasan pada organ lain ( kanker paru sekunder), seperti:
a.       Kanker payudara
b.      Kanker serviks
c.       Kanker korpus uteri
d.      Kanker testis
e.       Kanker hati dan usus
f.       Kanker tulang
g.      Kanker kanker tiroid
Etiologi pasti belum diketahui. Ada faktor yang dianggap berpengaruh:
a.       Inhalasi jangka panjang bahan karsinogenik
1)      Asap rokok / merokok
Tak diragukan lagi merupakan factor utama. Suatu hubungan statistik yang defenitif. Telah ditenggakkan antara perokok berat (lebih dari 20 batang sehari) dari aknker paru (karsinoma bronkogenik). Perokok seperti ini mempunyai cenderung sepuluh kali lebih besar daari pada perokok ringan. Selanjutnya orang perokok berat yang sebelumnya dan telah meninggalkan kebiasaanya akan kembali ke pola resikobukan perokok dalam waktu sekitar 10 tahun. Hidrokarbon karsinogenik telah ditemukan dalam tembakau rokok yang jika dikenakan pada kulit hewan, menimbulkan tumor.
2)      Paparan industri : asbes, uranium, kromat, arsen (insektisida), besi dan oksida besi (iradiasi).
Insiden karsinoma paru yang tinggi pada penambang kobalt di schneeberg dan penambang radium di Joachimsthal lebih dari 50% meninggal akibat kanker paru) berkaitan dengan adanya bahan radioaktif dalam bentuk radon. Bahan ini diduga merupakan agen etiologi operatif.
3)      Kanker paru akibat kerja
Terdapat insiden yang tinggi dari pekerja yang terpapar dengan karbonil nikel (pelebur nikel) dan arsenic (pembasmi rumput). Pekerja pemecah hematitie (paru-paru hemaatitie) dan orang-orang yang bekerja dengan asbestos dan dengan kromat juga mengalami peningkatan insiden.
4)      Predisposisi hubungan keluarga / ras
5)      Polusi udara
Mereka yang tinggal di kota mempunyai angka kanker paru yang lebih tinggi dari mereka yang tinggal di desa dan walaupun telah diketahui adanya karsinogen dari industri dan uap diesel dalam atmosfer di kota.
6)      Diet / konsumsi bahan pengawet
Dilaporkan bahwa rendahnya konsumsi betakaroten, selenium dan vitamin A menyebabkan tingginya resiko terkena kanker paru. ( Ilmu Penyakit Dalam, 2001)
7)      Jaringan parut paru : TB paru, infark paru.
Thomson, Catatan Kuliah Patologi, 1997)

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN AKIBAT TRAUMA ( TRAUMA ABDOMEN)



A.    LAPORAN PENDAHULUAN
  1.      Anatomi dan Fisiologi
Abdomen ialah rongga terbesar dalam tubuh. Bentuk lonjong dan meluas dari atas diafragma sampai pelvis dibawah.  Rongga abdomen dilukiskan menjadi dua bagian – abdomen yang sebenarnya, yaitu rongga sebelah atas dan yang lebih besar, dan pelvis yaitu rongga sebelah bawah dan kecil.
Batasan – batasan abdomen. Di atas,  diafragma, Di bawah, pintu masuk panggul dari panggul besar. Di depan dan kedua sisi, otot – otot abdominal, tulang –tulang illiaka dan iga – iga sebelah bawah. Di belakang, tulang punggung, dan otot psoas dan quadratrus lumborum.
Isi Abdomen. Sebagaian besar dari saluran pencernaan, yaitu lambung, usus halus, dan usus besar. Hati menempati bagian atas, terletak di bawah diafragma, dan menutupi lambung dan bagian pertama usus halus. Kandung empedu terletak dibawah hati. Pankreas terletak dibelakang lambung, dan limpa terletak dibagian ujung pancreas. Ginjal dan kelenjar suprarenal berada diatas dinding posterior abdomen. Ureter berjalan melalui abdomen dari ginjal. Aorta abdominalis, vena kava inferior, reseptakulum khili dan sebagaian dari saluran torasika terletak didalam abdomen.
Pembuluh limfe dan kelenjar limfe, urat saraf, peritoneum dan lemak juga dijumpai dalam rongga ini.

  2.      Definisi
Trauma adalah cedera/rudapaksa atau kerugian psikologis atau emosional (Dorland, 2002).
Trauma abdomen adalah pukulan / benturan langsung pada rongga abdomen yang mengakibatkan cidera tekanan/tindasan pada isi rongga abdomen, terutama organ padat (hati, pancreas, ginjal, limpa) atau berongga (lambung, usus halus, usus besar, pembuluh – pembuluh darah abdominal) dan mengakibatkan ruptur abdomen. (Temuh Ilmiah Perawat Bedah Indonesia, 13 Juli 2000).
Trauma abdomen adalah cedera pada abdomen, dapat berupa trauma tumpul dan tembus serta trauma yang disengaja atau tidak disengaja (Smeltzer, 2001).
Trauma perut merupakan luka pada isi rongga perut dapat terjadi dengan atau tanpa tembusnya dinding perut dimana pada penanganan/penatalaksanaan lebih bersifat kedaruratan dapat pula dilakukan tindakan laparatomi (FKUI, 1995).
Trauma Abdomen adalah terjadinya atau kerusakan pada organ abdomen yang dapat menyebabkan perubahan fisiologi sehingga terjadi gangguan metabolisme, kelainan imonologi dan gangguan faal berbagai organ (Sjamsuhidayat, 1997). Trauma pada abdomen dapat di bagi menjadi dua jenis.
1)      Trauma penetrasi
a.       Trauma Tembak
b.      Trauma Tumpul
2)      Trauma non-penetrasi
a.       Kompresi
b.      Hancur akibat kecelakaan
c.       Sabuk pengaman
d.      Cedera akselerasi

  3.      Etiologi
Kecelakaan lalu lintas, penganiayaan, kecelakaan olahraga dan terjatuh dari ketinggian.
Menurut sjamsuhidayat, penyebab trauma abdomen adalah, sebagai berikut :
a.       Penyebab trauma penetrasi
·         Luka akibat terkena tembakan
·         Luka akibat tikaman benda tajam
·         Luka akibat tusukan
b.   Penyebab trauma non-penetrasi
·         Terkena kompresi atau tekanan dari luar tubuh
·         Hancur (tertabrak mobil)
·         Terjepit sabuk pengaman karna terlalu menekan perut
·         Cidera akselerasi / deserasi karena kecelakaan olah raga

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN CANCER COLORECTAL



A.    PENGERTIAN
Kanker kolorektal adalah kanker yang berasal dalam permukaan usus besar (kolon) atau rektum/rektal, umumnya kanker kolorektal berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas terdapat adenoma atau berbentuk polip.  Kanker kolon adalah suatu bentuk keganasan dari masa abnormal/neoplasma yang muncul dari jaringan epithelial dari colon (Brooker, 2001 : 72). Kanker kolon/usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di dalam permukaan usus besar atau rektum (Boyle & Langman, 2000 : 805). Kanker kolon adalah pertumbuhan sel yang bersifat ganas yang tumbuh pada kolon dan menginvasi jaringan sekitarnya (Tambayong, 2000 : 143).
Dari beberapa pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kanker kolon adalah suatu pertumbuhan tumor yang bersifat ganas dan merusak sel DNA dan jaringan sehat disekitar kolon (usus besar).
Adenoma atau polip pada kolorektal dapat diangkat dengan mudah hanya saja jarang  menimbulkan gejala apapun, sehingga tidak terdeteksi dalam waktu cukup lama hingga berkembang menjadi kanker kolorektal. Kanker kolorektal adalah suatu bentuk keganasan yang terjadi pada kolon, rektum, dan appendix. Distribusi kanker pada kolon adalah 20% terdapat di sepanjang kolon asenden, 10% di kolon transversum, 15% di kolon desenden, dan 50 % di rektosigmoideus.
Kanker kolorektal adalah kanker ketiga yang paling sering didiagnosis pada pria dan wanita dan tertinggi kedua penyebab kematian akibat kanker di Amerika Serikat. Namun, bila ditemukan lebih awal, sangat dapat disembuhkan. Jenis kanker ini terjadi ketika sel abnormal tumbuh di lapisan usus besar (kolon) atau dubur.

B.     ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO
Kanker kolon dapat timbul melalui interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan. Polip kolon dapat berdegenerasi menjadi maligna sehingga polip kolon harus dicurigai. Selain itu, radang kronik kolon seperti kolitis ulserosa atau kolitis amuba kronik dapat beresiko tinggi menjadi kanker kolorektal. Faktor risiko lainnya antara lain:
1.      Peradangan (inflamasi) usus dalam periode lama, seperti : kolitis ulseratif.
2.      Riwayat keluarga.
3.      Hereditary nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC) merupakan penyakit keturunan dengan risiko terjadi kanker kolorektal pada usia muda, ditemukan polip dalam jumlah sedikit.
4.      Familial adenomatous polyposis (FAP) merupakan penyakit keturunan yang jarang ditemukan dapat ditemukan ratusan polip pada kolon dan rektum.
5.      Pola makan dan gaya hidup, makanan rendah serat, makanan dengan kadar lemak tinggi dan lamanya waktu transit sisa hasil pencernaan dalam kolon dan rektal  meningkatkan risiko kanker kolorektal.
6.       Diabetes, meningkatkan 40 % berkembangnya kanker kolorektal
7.       Rokok dan alkohol
8.      Riwayat polip atau kanker kolorektal

C.    EPIDEMIOLOGI
Lebih dari dari 95% ca kolorektal adalah adenokarsinoma. Kanker ini berasal dari sel glandula yang terdapat di lapisan dinding kolon dan rektum. ca kolorektal di dunia menempati urutan nomor 3 dalam frekuensinya dan merupakan penyebab kematian nomor 4 dari kematian karena kanker di dunia. WHO mengestimasikan terjadi 945.000 kasus baru setiap tahun dengan 492.000 kematian.
Ca kolorektal ini lebih sering terjadi di negara maju dibandingkan dengan negara  berkembang. Di negara maju merupakan penyebab tersering kedua dari  seluruh tumor dengan insiden pada semua usia adalah 5%, walaupun  sekarang insiden dan mortalitasnya sudah berkurang. Insidensinya relatif tinggi pada negara yang intake daging tinggi seperti Kanada dan Australia sedangkan negara di Mediterania lebih rendah insidensinya karena lebih banyak mengkonsumsi buah, sayuran, dan ikan.
Ca kolorektal menempati urutan ke-5 kanker terbanyak di Amerika Utara bahkan di seluruh dunia menempati urutan ke-6 dari keganasan yang paling dominan di dunia. Berdasarkan survei WHO, di USA, ca kolorektal merupakan penyebab kematian kedua terbesar akibat kanker. Pada tahun 2002 ditemukan 139.534 orang dewasa yang didiagnosa menderita kanker usus besar, sebanyak 56.603 di antaranya meninggal dunia.
Survival di seluruh dunia sangat bervariasi tergantung dari fasilitas dan obat-obatan yang tersedia. Ketahanan hidup sampai 5 tahun (5 years survival rates) di USA lebih dari 60% tetapi kurang dari 40% di negara berkembang.
Begitu juga insiden di negara-negara Asia yang kecenderungannya juga meningkat. Insiden paling tinggi di Jepang dan Korea dibandingkan negara-negara Asia lainnya.

LAPORAN PENDAHULUAN KANKER HATI (CA. HEPAR)

A.      DEFINISI
Kanker hati adalah penyakit kronis pada hepar dengan inflamasi dan fibrosis hepar yang mengakibatkan distorsi struktur hepar dan hilangnya sebagian besar fungsi hepar.   ( Gips & Willson :1989 )
Kanker hati adalah penyakit gangguan pada hati yang disebabkan karna hepatis kronik dalam jangka panjang yang menyebabkan gangguan pada fungsi hati. ( Ghofar , Abdul : 2009 )
Kanker hati berasal dari satu sel yang mengalami perubahan mekanisme kontrol dalam sel yang mengakibatkan pembelahan sel yang tidak terkontrol. Sel abnormal tersebut akan membentuk jutaan kopi, yang disebut klon. Mereka tidak dapat melakukan fungsi normal sel hati dan sel terus menerus memperbanyak diri. Sel-sel tidak normal ini akan membentuk tumor (Anonim, 2004).

B.       ETIOLOGI
Kanker hati ( karsinoma hepatoseluler ) disebabkan adanya infeksi hepatis B kronis yang terjadi dalam jangka waktu lama. ( ghofar, Abdul : 2009 )
Penyebab kanker hepar secara umum adalah infeksi virus hepatitis B dan C, cemaran aflatoksin B1, sirosis hati, infeksi parasit, alkohol serta faktor keturunan. (Fong, 2002).
Infeksi virus hepatitis B dan C merupakan penyebab kanker hepar yang utama didunia, terutama pasien dengan antigenemia dan juga mempunyai penyakit kronik hepatitis. Pasien laki-laki dengan umur lebih dari 50 tahun yang menderita penyakit hepatitis B dan C mempunyai kemungkinan besar terkena kanker hepar. (Tsukuma dkk., 1993; Mor dkk., 1998).
Orang yang didiagnosis menderita kanker hati berusia diatas enam puluh tahun. Dari sebuah survei di Kanada,setiap tahun sekitar 1800 orang didiagnosis menderita kanker hati, dan separuh lebih adalah lelaki.
Faktor – faktor yang dapat merusak hati dan penyebab kanker hati :
1.      Cerosis Hepatis
2.      Virus Hepatitis B dan Hepatitis C
3.      Kontak dengan racun kimia tertentu (misalnya : ninil klorida, arsen)
4.      Kebiasaan merokok
5.      Kebiasaan minum minuman keras (pengguna alkohol)
6.      Aftatoksik atau karsinogen dalam preparat herbal
7.      Nitrosamin

C.    KLASIFIKASI
Kanker hepar memiliki beberapa stadium perkembangan yaitu;
1.      Stadium 1, kanker berukuran tidak lebih dari 2 cm dan belum menyebar. Stadium ini pasien kanker hepar dapat beraktivitas dan hidup secara normal.
2.      Stadium 2, kanker mempengaruhi pembuluh darah di hepar atau terdapat lebih dari satu tumor di hepar.
3.      Stadium 3A, kanker berukuran lebih dari 5 cm dan telah menyebar ke pembuluh darah di dekat hepar.
4.      Stadium 3B, kanker telah menyebar ke organ terdekat seperti lambung namun belum mencapai limfonodus.
5.      Stadium 3C, kanker berada dalam berbagai ukuran dan telah mencapai limfonodus.
6.      Stadium 4, kanker telah menyebar ke organ yang jauh dari hepar misal paru-paru. Saat stadium ini pasien kanker hepar sudah tidak dapat beraktivitas lagi (Fong, 2002; Bruix dan Sherman., 2005).

D.    MANIFESTASI KLINIS
Manifestasi dini penyakit keganasan pada hati mencakup tanda-tanda dan gejala seperti :
1.      Gangguan nutrisi : penurunan berat badan yang baru saja terjadi, kehilangan kekuatan, anoreksia, dan anemia.
2.      Nyeri abdomen
3.      Pembesaran hati yang cepat
4.      Pada pemeriksaan fisik, palpasi teraba permukaan hati yang ireguler
a.       Gejala ikterus, terjadi jika saluran empedu yang besar tersumbat oleh tekanan  nodul malignan dalam hilus hati.
b.      Acites timbul setelah nodul tersumbat vena porta atau bila jaringan tumor tertanam dalam rongga peritoneal.