Rabu, 31 Desember 2014

MODIFIKASI RANCANGAN PROMOSI KESEHATAN



A.    PENDAHULUAN

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.Salah satu tujuan nasional adalah memajukan kesejahteraan bangssa, yang berarti memenuhi kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan, sandang, pangan, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan ketenteraman hidup. Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk, jadi tanggung jawab untuk terwujudnya derajat kesehatan yang optimal berada di tangan seluruh masyarakat Indonesia, pemerintah dan swasta bersama-sama. Salah satu usaha pemerintah dalam menyadarkan masyarakat tentang hidup sehat dan pelaksanaanya bagaimana cara hidup sehat adalah dengan cara melakukan pendidikan kesehatan yang tidak hanya didapat dibangku sekolah tapi juga bisa dilakukan dengan cara penyuluhan oleh tim medis. Yang biasa disebut dengan promosi kesehatan ataupun penyuluhan kesehatan. Promosi kesehatan merupakan bagian integral dari Pembangunan Kesehatan Nasional. Hal ini dapat dilihat bahwa Promosi kesehatan merupakan salah satu pilar dalam pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta dalam lingkungan yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya di seluruh wilayah Republik Indonesia.


1.      Konsep Kunci
a.       Pengertian Promosi Kesehatan
b.      Visi Misi Promosi Kesehatan
c.       Strategi Promosi Kesehatan
d.      Pemilihan Promosi Kesehatan
e.       Model Promosi Kesehatan


2.      Petunjuk
a.       Pelajari materi  BAB I dengan tekun dan disiplin!
b.      Penyajian setiap bab melipuuti : judul bab dan kosep-konsep  kunci, petunjuk, kerangka isi, tujuan pembelajaran umum, tujuan pembelajaran khusus, paparan materi, tugas dan latihan, rangkuman, dan soal-soal akhir bab yang disertai dengan kunci jawaban.
c.       Dalam uraian materi terdapat test sambil jalan. Test ini dapat menjadi tuntunan pembaca dalam memahami uraian bahan ajar bagian demi bagian.
d.      Kerjakan soal-soal latihan dan soal akhir bab dengan tekun dan disiplin!
e.       Bacalah sumber-sumber pendukung untuk memprdalam pengetahuan dan wawasan anda.
f.       Ikuti turutan penyajian setiap bab tahap demi tahap!
g.      Selamat belajar,semoga sukses.
3.      Tujuan
a.       Tujuan Umum
Mahasiswa mampu memahami modivikasi promosi kesehatan
b.      Tujuan husus
Mahasiswa mampu memahami :
a.       Menjelaskan pengertian promosi kesehatan
b.      Menjelaskan visi misi  promosi kesehatan
c.       Menjelaskan strategi promosi kesehatan
d.      Menjelaskan pemilihan strategi promosi kesehatan
e.       Menjelaskan model promosi kesehatan




4.       
BAB II
PENYAJIAN MATERI

1.      PENGERTIAN PROMOSI KESEHATAN
Promosi kesehatan adalah proses membuat orang mampu meningkatkan kontrol terhadap, dan memperbaiki kesehatan mereka (WHO, 1984)
Promosi kesehatan adalah ilmu dan seni membantu masyarakat menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal. Kesehatan yang optimal didefinisikan sebagai keseimbangan kesehatan fisik, emosi, sosial, spiritual, dan intelektual. Ini bukan sekedar pengubahan gaya hidup saja, namun berkairan dengan pengubahan lingkungan yang diharapkan dapat lebih mendukung dalam membuat keputusan yang sehat.
Pengubahan gaya hidup dapat difasilitasi melalui penggabunngan:
1.      menciptakan lingkungan yang mendukung,
2.      mengubah perilaku, dan
3.      meningkatkan kesadaran.
Istilah dan pengertian promosi kesehatan adalah merupakan pengembangan dari istilah pengertian yang sudah dikenal selama ini, seperti : Pendidikan Kesehatan, Penyuluhan Kesehatan, KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Promosi kesehatan/pendidikan kesehatan merupakan cabang dari ilmu kesehatan yang bergerak bukan hanya dalam proses penyadaran masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan semata, akan tetapi di dalamnya terdapat usaha untuk memfasilitasi dalam rangka perubahan perilaku masyarakat.
1)          Menurut Green (cit, Notoatmodjo, 2005), promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik, dan organisasi yang dirancang untuk memudahkan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
2)          Promosi kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan orang dalam mengendalikan dan meningkatkan kesehatannya. Untuk mencapai keadaan sehat, seseorang atau kelompom harus mampu mengidentifikasikan dan menyadari aspirasi, mampu memenuhi kebutuha dan merubah atau mengendalikan lingkungan (Piagam Ottawwa, 1986)

2.      VISI DAN MISI PROMOSI KESEHATAN
Visi Promosi Kesehatan
1)      Mau (willigness) memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
2)       Mampu (ability) memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
3)      Memelihara kesehatan, berarti mau dan mampu mencegah penyakit, melindungi diri dari gangguan – gangguan kesehatan.
4)      Meningkatkan kesehatan, berarti mau dan mampu meningkatkan kesehatannya. Kesehatan perlu ditingkatkan karena derajat kesehatan baik individu, kelompok atau masyarakat itu bersifat dinamis tidak statis.
Misi Promosi Kesehatan
Untuk mewujudkan visi promosi kesehatan yakni masyarakat mau dan mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya diperlukan upaya – upaya. Upaya – upaya untuk mewujudkan visi ini disebut misi promosi kesehatan yaitu apa yang harus dilakukan untuk mencapai visi (Soekidjo Notoatmodjo, 2010).
Menurut (Ottawa Charter, 1984) secara umum misi promosi kesehatan ini ada 3 hal antara lain :
a.       Advokat (Advocate)
Kegiatan advokat ini dilakukan terhadap para pengambil keputusan dari berbagai tingkat dan sektor terkait dengan kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah meyakinkan para pejabat pembuat keputusan atau penentu kebijakan bahwa program kesehatan yang akan dijalankan tersebut penting. Oleh sebab itu, perlu dukungan kebijakan atau keputusan dari pejabat tersebut (Soekidjo Notoatmodjo, 2010).
b.       Menjembatani (Mediate)
Promosi kesehatan juga mempunyai misi mediator atau menjembatani antara sektor kesehatan dengan sektor yang lain sebagai mitra. Dengan kata lain promosi kesehatan merupakan perekat kemitran di bidang pelayanan kesehatan. Kemitraan adalah sangat penting sebab tanpa kemitraan niscaya sektor kesehatan tidak mampu menangani masalah – masalah kesehatan yang begitu kompleks dan luas (Soekidjo Notoatmodjo, 2010).

c.       Memampukan (Enable)
Sesuai dengan visi promosi kesehatan mau dan mampu memelihara serta meningkatkan kesehatannya, promosi kesehatan mempunyai misi utama untuk memampukan masyarakat. Hal ini berarti baik secara langsung atau melalui tokoh – tokoh masyarakat, promosi kesehatan harus memberikan keterampilan – keterampilan kepada masyarakat agar mereka mandiri di bidang kesehatan. Telah kita sadari bersama bahwa kesehatan dipengaruhi banyak faktor luar kesehatan seperti pendidikan, ekonomi, sosial dan sebagainya. Oleh sebab itu, dalam rangka memberdayakan masyarakat di bidang kesehatan, maka keterampilan di bidang ekonomi (pertanian, peternakan, perkebunan), pendidikan dan sosial lainnya perlu dikembangkan melalui promosi kesehatan ini (Soekidjo Notoatmodjo, 2010).

3.      Strategi Promosi Kesehatan
Berdasarkan rumusan WHO (1994) strategi promosi kesehatan secara global ini
terdiridari 3 hal, yaitu :
a.       Advokasi (Advocacy)
Advokasi adalah kegiatan untuk meyakinkan orang lain agar orang lain. Tersebumembantu atau  mendukung terhadap apa yang di inginkan. Dalam konteks promosi kesehatan, advokasi adalah pendekatan kepada para pembuat keputusan atau penentu kebijakan di berbagai sektor, dan para pejabat tersebut mau mendukung program kesehatan yang kita inginkan. Sasaran advokasi adalah para pejabat baik eksekutif maupun legislatif, di berbagai tingkat dan sektor, yang terkait dengan masalah kesehatan (sasarantertier).
b.      Dukungan Sosial (Social support)
Strategi dukungan sosial ini adalah suatu kegiatan untuk mencari dukungan sosial melalui tokoh-tokoh masyarakat (toma), baik tokoh masyarakat formal maupun informal. Tujuan utama kegiatan ini adalah agar para tokoh masyarakat, sebagai jembatan antara sector kesehatan sebagai pelaksana program kesehatan dengan masyarakat (penerima program) kesehatan. Bentuk kegiatan dukungan sosial ini antara lain: pelatihan pelatihan para toma, seminar, lokakarya, bimbingan kepada toma, dan sebagainya. Dengan demikian maka sasaran utama dukungan sosial atau bina suasana adalah para tokoh masyarakat di berbagai tingkat. (sasaran sekunder)
c.       Pemberdayaan Masyarakat (Empowerment)
Pemberdayaan adalah strategi promosi kesehatan yang ditujukan pada masyarakat langsung. Tujuan utama pemberdayaan adalah mewujudkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (visi promosi kesehatan). Bentuk kegiatan pemberdayaan  ini dapat diwujudkan dengan berbagai kegiatan, antara lain: penyuluhan kesehatan, pengorganisasian dan pengembangan masyarakat dalam bentuk misalnya: koperasi, pelatihan-pelatihan untuk kemampuan peningkatan pendapatan keluarga (income generating skill). Sasaran pemberdayaan masyarakat adalah masyarakat.


4.      Pemilihan Strategi Promosi Kesehatan
a.       Ceramah
1.      Mudah digunakan tapi sulit dikuasai
2.      Membagi informasi, mempengaruhi pendapat, merangsang pemikiran berdasarkan pesan verbal
3.      Sasaran  biasanya pasif, sedikit interaksi dengan nara sumber atau peserta lainnya

b.      Media Massa
1.      Saluran  komunikasi yang menjangkau sasaran luas
2.      Umumnya, sasaran tidak atau sedikit usaha untuk menerima pesan
3.      Strategi ini tidak efektif karena pesan tidak dapat dikhususkan untuk sasaran tertentu
4.      Strategi ini efisien karena biaya yang murah dalam skala ekonomi Contoh : televisi, radio, koran, majalah, outdoor media
c.    Instruksi individual
1.      Dalam tatanan pasien, disebut konseling
2.      Bersifat individual, digunakan bila perbedaan karakteristik sasaran sangat besar
3.       Penyuluh memberikan advokasi solusi permasalahan kesehatan berdasarkan kebutuhan individual
4.      Tidak efisien bagi penyuluh, tapi efisien bagi sasaran
d.      Simulasi
1.      Simulasi adalah metode ekperiental di mana model situasi nyata digunakan untuk merangsang atau membantu proses pembelajaran
2.       Semakin mirip dengan situasi nyata semakin baik simulasi tersebut
3.       Bentuk simulasi : permainan, drama, bermainperan (role playing),  model komputerisasi
4.       Simulasi cocok untuk meningkatkan motivasi dan mengubah sikap
e.       Modifikasi Perilaku
1.      Memodifikasi perilaku spesifik berdasarkan prinsip pengkondisian melalui rangsangan dan konsekuensi
2.      Teori : rangsangan (antecedent) , perilaku spesifik , konsekuensi (positif/negatif)
Contoh rangsangan :iklan televise
Contoh konsekuensi positif :hadiah, pujian
Contoh konsekuensi negatif :sanksi

f.       PengembanganMasyarakat
1.      Proses yang berorientasi kepada metode pengorganisasian masyarakat yang menekankan pada pengembangan kemampuan, keterampilan dan pemahaman pada masyarakat tertentu
2.      Strategi ini berdasarkan kemandirian, kesepakatan bersama dalam pemecahan masalah.
3.      Penyuluh bertindak sebagai fasilitator
4.       Evaluasi strategi ini lebih sulit dibandingkan strategi lain karena efeknya terjadi dalam waktu yang lama


5.      Model Promosi Kesehatan

Menurut Pender, N. J., Mudaugh, C. L., & Parsons, M. A. (2002) Model Promosi Kesehatan adalah suatu cara untuk menggambarkan interaksi manusia dengan lingkungan fisik dan interpersonalnya dalam berbagai dimensi. Model ini mengintegrasikan bangunan dari teori nilai harapan (Expectancy-Value) dari teori kognitif sosial (Social Cognitive Theory) dalam perspektif keperawatan manusia dilihat sebagai fungsi yang holistic. Adapun elemen teori ini adalah sebagai berikut.
1.      Teori Nilai Harapan (Expectancy-Value)
Menurut teori nilai harapan, perilaku sehat adalah rasional dan ekonomis. Secara rinci seseorang akan mulai bertindak ditentukan dan akan tetap berlaku di dalam dirinya 2 hal pokok yaitu
a.       Tingkat dari hasil tindakan yang di ambil adalah nilai positif pribadi
b.      Tingkat berdasarkan informasi yang tersedia, pengambilan tindakan ini untuk menyempurnakan hasil yang di inginkan
2.      Teori Kognitif Sosial
Teori ini menyampaikan model interaksi penyebab yaitu lingkungan, faktor manusia dan perilaku yang saling mempengaruhi. Teori ini menekankan pada pengarahan diri (self direction), pengaturan diri (self regulation) dan persepsi terhadap kemajuan diri (self efficacy). Teori ini mengemukakan bahwa manusia memiliki kemampuan dasar.

Kerangka konseptual model promosi kesehatan




Penjelasan dari kerangka konseptual model promosi kesehatan adalah sebagai berikut :
1.      Karekteristik individu dan pengalaman individu
Setiap manusia mempunyai karakteristik yang unik dan pengalaman yang dapat mempengaruhi tindakannya. Karakteristik individu atau aspek pengalaman masalalu lebih fleksibel sebagai variable karena lebih relevan pada perilaku kesehatan utama atau sasaran populasi utama.
a.       Hubungan dengan perilaku sebelumnya
Perilaku terdahulu mempunyai efek langsung dan tidak langsung pada perilaku promosi kesehatan yang akan dipilih. Kebiasaan muncul pada setiap perilaku dan menjadi suatu pengulangan perilaku. Sesuai dengan teori sosial kognitif, perilaku dahulu mempunyai pengaruh tidak langsung pada perilaku promosi kesehatan melalui persepsi terhadap kemajuan diri, keuntungan, rintangan dan pengaruh aktifitas. Keuntungan Perawat membantu klien dengan melihat riwayat perilaku positif dengan berfokus pada pemanfaatan perilaku, mengajar klien bagaimana bertindak dan menimbulkan potensi dan sikap yang positif melalui pengalaman yang sukses dan umpan balik yang positif.
b.      Faktor personal
1)      Biologi: usia, indeks masa tubuh (body mass index), status pubertas, status menopause, kapasitas aerobik, kekuatan, ketangkasan atau kesimbangan.
2)      Psikologi : harga diri, motivasi diri dan status kesehatan
3)      Sosiobudaya : suku, etnis, akulturasi, pendidikan dan status sosial ekonomi.

2.      Perilaku Spesifik, Pengetahuan dan Sikap
a.       Manfaat tindakan
Manfaat tindakan secara langsung memotivasi perilaku dan secara tidak langsung menjadi faktor penentu rencana kegiatan untuk mencapai manfaat sebagai hasil.. Menurut teori nilai harapan, motivasi penting untuk mewujudkan hasil seseorang dari pengalaman dahulu melaui pembelajaran mengamati orang lain dalam berperilaku. Individu cenderungmenghabiskan waktu dan hartanya dalam beraktifitas untuk mendapat hasil yang positif.
Keuntungan dari berperilaku bisa bersifat intrinsik atau ekstrinsik.
1)      Intrinsik : bertambah kesadaran, berkurang rasa kelelahan.
2)      Ekstrinsik : keuntungan secara finansial (keuangan) atau interaksi potitif. Manfaat ekstrinsik perilaku kesehatan menjadi motivasi yang tinggi di mana manfaat intrinsik lebih memotivasi untuk berlangsungnya perilaku sehat.
b.      Hambatan dalam bertindak yang dirasakan
Ketidakmampuan, ketidakcukupan,mahal, sukar atau tidak adanya waktu untuk melakkan kegiatan promosi. Hilangnya kepuasan dari perilaku tidak sehat seperti merokok, makan tnggi lemak juga disebut rintangan. Biasanya muncul motif-motif ang dihindari dalam hubungan dengan perilakku yang diambil. Rintangan adalah sikap yang langsung menghalangi kegiatan melalui pengurangan komitmen rencana kegiatan.
c.       Kemajuan Diri ( Self efficacy)
Keputusankemajuan diri (self efficacy) seseorang diketahui dari hasil yang diharapkan yaitu kemampuan seseorang menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu, di mana hasil yang diharapkan adalah suatu keputusan dengan konsekuensi keuntungan biaya.
Pengetahuan seseorang tentang kemajuan diri didasarkan pada 4 tipe informasi
a)      Umpan balik eksternal yang diberi orang lain. Pencapaian hasil dari perilaku dan evaluasi yang sesuai dengan standar diri.
b)      Pengalaman orang lain dan evaluasi diri dan umpan balik dari mereka.
c)      Ajakan orang lain
d)     Status psikologis: kecemasan, ketakutan, ketenangan dari orang yang menilai kompetensi mereka
d.      Sikap Yang Berhubungan dengan Aktivitas
Perilaku yang memberi pengaruh positif sering diulangi. Sedangkan perilaku yang berpengaruh negatif dibatasi atau dikurangi. Berdasarkan teori kognitif sosial ada hubungan antara efficacy diri dan pengaruh aktifitas. Respons emosional dan status fisiologis selama berperilaku sebagai sumber dari informasi kemajuan.
e.       Pengaruh interpersonal
Pengaruh interpersonal adalah pengetahuan tentang perilaku, kepercayaan atau sikap orang lain. Sumber utama interpersonal adalah keluarga, kelompok dan pemberi pengaruh pelayanan kesehatan. Pengaruh interpersonal terdir dari norma (harapan orang lain), dukungan sosial (instrumental dan dorongan emosional) dan model (belajar dari pengalaman orang lain).
f.       Pengaruh situasional
f.Persepsi individu dan kognisi dari situasi dapat memfasilitasi atau menghalangi perilaku misalnya pilihan yang tersedia, karakteristik kebutuhan dan ciri-ciri lingkungan estetik seperti situasi/lingkungan yang cocok, aman, tentram dari pada yang tidak aman dan terancam. Pengaruh situasional dapat menjadi kunci untuk pengembangan strategi efektif yang baru untuk memfasilitasi dan mempertahankan perilaku promosi kesehatan dalam populasi

3.      Komitmen pada rencana tindakan
Proses kognitif didasari pada
1)      Komitmen untuk melaksanakan tindakan spesifik sesuai waktu dan tempat dengan orang-orang tertentu atau sendiri dengan mengabaikan persaingan.
2)      Identifikasi strategi tertentu untuk mendapatkan, malaksanakan atau penguatan terhadap perilaku. Rencanakegiatan dikembangkan oleh perawat dan klien dengan pelaksanaan yang sukses
4.      Kebutuhan yang mendesak
Kebutuhan mendesak adalah perilaku alternatif yang masuk ke dalam kesadaran sehingga tindakan yang mungkin dilakukan segera sebelum kejadian terjadi.Perilaku alternatif ini menjadikan individu dalam kontrol rendah karena lingkungan tak terduga seperti kerja atau tanggung jawab merawat keluarga.
5.    Hasil Perilaku
Perilaku promosi kesehatan adalah tindakan akhir atau hasil tindakan. Perilaku ini akhirnya secara langsung ditujukan pada pencapaian hasil kesehatan positif untuk klien. Perilaku promosi kesehatan terutama sekali terintegrasi dalam gaya hidup sehat yang menyangkut pada semua aspek kehidupan yang akan menghasilkan peningkatan kesehatan, peningkatan kemampuan fungsional dan kualitas hidup yang lebih baik pada semua tingkat perkembangan.
Health Belief Model (Model Kepercayaan Kesehatan)
Menurut Rosenstock dan Hocbaum, 1974 inti dari teori ini adalah belief atau kepercayaan. Menegaskan bahwa persepsi seseorang dalam kerentanan dan kemujaraban pengobatan mempengaruhi keputusan seseorang dalam perilaku kesehatan. Selain itu menurut pendapat Rosenstock dan Hocbaum bahwa perilaku ditentukan dengan :
·         Percaya bahwa mereka rentan terhadap masalah kesehatan tertentu
Contoh : Bagaimana menyadarkan masyarakat tersebut bilamana dirinya dapat mengalami diare setiap saat. Oleh karena adanya lingkungan dengan sanitasi yang buruk dan perilaku yang buruk terhadap kesehatan, seperti cakupan jamban yang rendah serta sumber air bersih yang dikonsumsi berpotensi tercemar oleh kuman. Tidak adanya WC memungkinkan adanya lalat sebagai vektor penyebab terjadinya penularan ke manusia yang sehat lainnya. Sumber air yang digunakan dari sumur pinggir sungai/menggali lubang pasir di pinggir sungai sangat membahayakan bilamana ada penderita cholera yang BAB disungai tersebut.
·         Menganggap masalah kesehatan adalah masyarakat yang serius
Contoh : Terjadinya diare bukan saja dapat menyebabkan kesakitan tetapi juga bahaya kematian. Terutama akibat dehidasi berat oleh diare. Penyakit ini setiap tahunnya merupakan pembunuh no 1 atau no 2 di Indonesia.
·         Tidak mahal
Contoh : Biaya yang tidak mahal karena hanya dengan merubah kebiasaan buruk dimasyarakat. Jika dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk kesembuhan ditambah dengan hilangnya produktifitas (waktu kerja).
·         Meyakini dalam efektivitas dari tujuan pengobatan dan pencegahan itu sendiri
Contoh : Model pengobatan dini dapat mencegah ke tahapan diare berat dengan dehidasi hebat, sehingga tidak perlu dirujuk ke RS. Pencegahan merupakan upaya terbaik dan murah melalui kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat terutama sumber air yang steril, penggunaan WC dan kebiasaan cuci tangan dengan sabun. Dimaksudkan memutuskan penularan penyakit diare.
·         Menerima anjuran atau saran untuk mengambil tindakan kesehatan
Contoh: Melaksanakan anjuran oleh petugas kesehatan merupakan tujuan dari perubahan perilaku.




TUGAS DAN LATIHAN

1.      Promosi kesehatan adalah proses membuat orang mampu meningkatkan kontrol terhadap, dan memperbaiki kesehatan mereka.
Pernyataan diatas merupakan definisi menurut...
a.      WHO
b.      Green
c.       Piagam ottawa
d.      Pender
e.       Parsons

2.          
1)              Menciptakan lingkungan yang mendukung
2)              Pendidikan kesehatan
3)              Penyulugan kesehatan
4)              Mengubah perilaku
5)              Meningkatkan kesadaran


Pengubahan gaya hidup yag dapat difasilitasi melalui penggabungan antara lain
a.       1,2,3
b.      1,4,5
c.       2,3,4
d.      3,4,5
e.       1,2,5
3.      Promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik, dan organisasi yang dirancang untuk memudahkan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
Pernyataan diatas merupakan definisi promosi kesehatan menurut....
a.      Green
b.      Piagam ottawa
c.       Pender
d.      WHO
e.       Parsons
4.      Salah satu visi pomosi kesehatan adalah...
a.      Mau willignes)
b.      Advokat
c.       Mediate
d.      Enable
e.       Social support

5.      Faktor personal pda karakteristik individu dan pengalaman individu
a.       Biologi , spiritual, psikologi
b.      Biologi, psikologi, sosiobudaya
c.       Psikologi, ekonomi,spiritual
d.      Ekonomi, sosio, budaya
e.       Ekonomi, biologi, budaya

6. Dalam memodifikasi perilaku spesifik berdasarkan prinsip pengkondisian melalui rangsangan, yang termasuk contoh ransangan adalah…..
a.       Hadiah dan pujian
b.      Sanksi
c.       Iklan dan Televisi
d.      Ceramah
e.       Simulasi

7.    Dalam strategi promosi kesehatan berdasarkan rumusan WHO (1994)  strategi promosi kesehatan secara global ini terdiri dari 3 hal yaitu……
a.       Ceramah, advokasi, dan  Penyuluhan
b.      Advokasi, modifikasi perilaku, dan dukungan sosial.
c.       Penyuluhan, pengembangan masyarakat, intruksi individual
d.      Media masa, simulasi, dukungan sosial.
e.       Advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat

8.      Apa saja hambatan dalam bertindak yang dirasakan adalah…
a.       Ketidakmampuan, ketidak cukupan,mahal, sukar atau tidak adanya waktu untuk melakkan kegiatan promosi.
b.      Tidak adanya waktu, kecemasan, ketakutan
c.       Mahal, kapasitas aerobik, dan sukar
d.      Ketidakmampuan, rasa kelelahan, dan adanya kurang minat
e.       Kurang minat, rasa kelelahan, sukar dan kecemasan
9.      Apa yang dimkasud promosi kesehatan menurut Pender, N. J., Mudaugh, C. L., & Parsons, M. A. (2002) adalah….
a.       proses membuat orang mampu meningkatkan kontrol terhadap, dan memperbaiki kesehatan mereka.
b.      segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik, dan organisasi yang dirancang untuk memudahkan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
c.       suatu cara untuk menggambarkan interaksi manusia dengan lingkungan fisik dan interpersonalnya dalam berbagai dimensi.
d.      Ilmu dan seni membantu masyarakat menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal
e.       Proses membuat orang mampu meningkatkan kontrolterhadap, dan memperbaikikesehatan mereka
10.   Menurut teori kognitif sosial, teori ini menyampaikan model interaksi penyebab yaitu lingkungan, faktor manusia dan perilaku yang saling mempengaruhi. Teori ini menekankan pada…..
a.       pengarahan diri (self direction), dan pengaturan diri (self regulation)
b.      pengarahan diri (self direction), dan persepsi terhadap kemajuan diri (self efficacy).
c.       pengaturan diri (self regulation) dan persepsi terhadap kemajuan diri (self efficacy).
d.      pengarahan diri (self direction), pengaturan diri (self regulation) dan persepsi terhadap kemajuan diri (self efficacy).
e.       pengarahan diri (self direction)


BAB III
PENUTUP

Rangkuman
Untuk mewujudkan atau mencapai visi dan misi promosi kesehatan secara efektif dan efisien, maka diperlukan cara dan pendekatan yang strategis yaitu strategi promosi kesehatan.
Berdasarkan rumusan WHO (1994) strategi promoskesehatan secara global ini terdiri dari 3 hal, yaitu Advokasi (Advocacy), Dukungan Sosial (Social support), dan Pemberdayaan Masyarakat ( E mpowerment).
Dalam pemilihan srategi promosi kesehatan ada sendiri agar masyarakat lebih mudah untuk mengingat dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pemilihan srategi promosi kesehatan yaitu diantaranya  Ceramah , Media MassaInstruksi individual, Simulasi, Modifikasi Perilaku dan Pengembangan Masyarakat.
Dan dalam pemilihan srategi promosi kesehatanpun ada aturan-aturan tersendiri, intinya adalah agar srategi promosi kesehatan program-programnya semakin berkembang dan tidak salah sasaran.



TES AKHIR BAB
1.      Promosi kesehatan adalah proses membuat orang mampu meningkatkan kontrol terhadap, dan memperbaiki kesehatan mereka. Pernyataan diatas merupakan definisi menurut...
a.       WHO
b.      Green
c.       Piagam ottawa
d.      Pender
e.       Parsons
2.     
1.      Menciptakan lingkungan yang mendukung
2.      Pendidikan kesehatan
3.      Penyulugan kesehatan
4.      Mengubah perilaku
5.      Meningkatkan kesadaran


Pengubahan gaya hidup yag dapat difasilitasi melalui penggabungan antara lain
a.       1,2,3
b.      1,4,5
c.       2,3,4
d.      3,4,5
e.       1,2,5
3.            Promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik, dan organisasi yang dirancang untuk memudahkan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
Pernyataan diatas merupakan definisi promosi kesehatan menurut....
a.       Green
b.      Piagam ottawa
c.       Pender
d.      WHO
e.       Parsons
4.            Salah satu visi pomosi kesehatan adalah...
a.       Mau willignes)
b.      Advokat
c.       Mediate
d.      Enable
e.       Social support
5.            Faktor personal pda karakteristik individu dan pengalaman individu
a.       Biologi , spiritual, psikologi
b.      Biologi, psikologi, sosiobudaya
c.       Psikologi, ekonomi,spiritual
d.      Ekonomi, sosio, budaya
e.       Ekonomi, biologi, budaya

6.            Dalam memodifikasi perilaku spesifik berdasarkan prinsip pengkondisian melalui rangsangan, yang termasuk contoh ransangan adalah…..
a.       Hadiah dan pujian
b.      Sanksi
c.       Iklan dan Televisi
d.      Ceramah
e.       Simulasi

7.             Dalam strategi promosi kesehatan berdasarkan rumusan WHO (1994)  strategi promosi kesehatan secara global ini terdiri dari 3 hal yaitu……
a.       Ceramah, advokasi, dan  Penyuluhan
b.      Advokasi, modifikasi perilaku, dan dukungan sosial.
c.       Penyuluhan, pengembangan masyarakat, intruksi individual
d.      Media masa, simulasi, dukungan sosial.
e.       Advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat

8.            Apa saja hambatan dalam bertindak yang dirasakan adalah…
a.       Ketidakmampuan, ketidak cukupan,mahal, sukar atau tidak adanya waktu untuk melakkan kegiatan promosi.
b.      Tidak adanya waktu, kecemasan, ketakutan
c.       Mahal, kapasitas aerobik, dan sukar
d.      Ketidakmampuan, rasa kelelahan, dan adanya kurang minat
e.       Kurang minat, rasa kelelahan, sukar dan kecemasan


9.            Apa yang dimkasud promosi kesehatan menurut Pender, N. J., Mudaugh, C. L., & Parsons, M. A. (2002) adalah….
a.       proses membuat orang mampu meningkatkan kontrol terhadap, dan memperbaiki kesehatan mereka.
b.      segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik, dan organisasi yang dirancang untuk memudahkan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.
c.       suatu cara untuk menggambarkan interaksi manusia dengan lingkungan fisik dan interpersonalnya dalam berbagai dimensi.
d.      Ilmu dan seni membantu masyarakat menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal
e.       Proses membuat orang mampu meningkatkan kontrolterhadap, dan memperbaikikesehatan mereka
10.         Menurut teori kognitif sosial, teori ini menyampaikan model interaksi penyebab yaitu lingkungan, faktor manusia dan perilaku yang saling mempengaruhi. Teori ini menekankan pada…..
a.       pengarahan diri (self direction), dan pengaturan diri (self regulation)
b.      pengarahan diri (self direction), dan persepsi terhadap kemajuan diri (self efficacy).
c.       pengaturan diri (self regulation) dan persepsi terhadap kemajuan diri (self efficacy).
d.      pengarahan diri (self direction), pengaturan diri (self regulation) dan persepsi terhadap kemajuan diri (self efficacy).
e.       pengarahan diri (self direction)


KUNCI JAWABAN
1)      A
2)      B
3)      A
4)      A
5)      B
6)      C
7)      E
8)      A
9)      C
10)  D



DAFTAR PUSTAKA

Ikaarista,  2011, Strategi Promosi Kesehatan http://ikaarista.blogspot.com/2011/12/strategi-    promosi-kesehatan.html (diakses pada tanggal 10 September 2014)
Notoadmodjo,Soekidjo.2010).Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi.Rineka Cipta: Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar