A.
PENDAHULUAN
Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas
jaringan tulang dan tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa.
Fraktur merupakan suatu keadaan dimana terjadi di intregritas tulang, penyebab
terbanyak adalah insiden kecelakaan tetapi faktor lain seperti proses
degenerative juga dapat berpengaruh terhadap kejadian fraktur (Brunner &
Suddarth, 2008 ). Fraktur terjadi jika tulang dikenai stress atau beban yang
lebih besar dan kemampuan tulang untuk mentolelir beban tersebut. Fraktur dapat
menyebabkan disfungsi organ tubuh atau bahkan dapat menyebabkan kecacatan atau
kehilangan fungsi ekstremitas permanen. Selain itu komplikasi awal yang berupa
infeksi dan tromboemboli (emboli fraktur) juga dapat menyebabkan kematian
beberapa minggu setelah cedera, oleh karena itu radiografi sudah memastikan
adanya fraktur maka harus segera dilakukan stabilisasi atau perbaikan fraktur
(Brunner & Sudart, 2002)
Fraktur merupakan ancaman potensial atau aktual kepada
integritas seseorang akan mengalami gangguan fisiologis maupun psikologis yang
dapat menimbulkan respon berupa nyeri. Nyeri tersebut adalah keadaan subjektif
dimana seseorang memperlihatkan ketidak nyamanan secara verbal maupun non
verbal. Respon seseorang terhadap nyeri dipengaruhi oleh emosi, tingkat
kesadaran, latar belakang budaya, pengalaman masa lalu tentang nyeri dan
pengertian nyeri. Nyeri mengganggu kemampuan seseorang untuk beristirahat,
konsentrasi, dan kegiatan yang biasa dilakukan (Engram, 1999).
Keperawatan merupakan
bagian integral dari pelayanan kesehatan yang memegang peranan penting dalam
memenuhi kebutuhan klien dan keluarga secara biopsikososiospiritual dan
kultural. Perawat berperan dalam pemberian asuhan keperawatan pada fraktur
diantaranya dengan usaha promotif yaitu memberikan pendidikan kesehatan tentang
pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan diri. Usaha preventif, perawat
menjelaskan cara pencegahan infeksi lanjut yang ditimbulkan oleh tindakan pembedahan.
Sedangkan upaya kuratif adalah perawat dapat berkolaborasi dengan dokter dalam
pemberian terapi obat dan pembedahan. Upaya rehabilitatif, perawat menganjurkan
kepada pasien untuk sesegera mungin melakukan mobilisasi secara bertahap.
Dari uraian diatas kelompok
tertarik untuk menyusun tugas dengan mata kuliah komunitas pantai yang berjudul
asuhan keperawatan patah tulang pada anggota gerak tubuh.