Rabu, 31 Desember 2014

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN



A.    PENDAHULUAN
   Dewasa ini promosi kesehatan (health promotion) telah menjadi bidang yang semakin penting dari tahun ke tahun. Dalam tiga dekade terakhir, telah terjadi perkembangan yang signifikan dalam hal perhatian dunia mengenai masalah promosi kesehatan. Penyelenggaraan promosi kesehatan dilakukan dengan mengombinasikan berbagai strategi yang tidak hanya melibatkan sektor kesehatan belaka, melainkan lewat kerjasama dan koordinasi segenap unsur dalam masyarakat. Hal ini didasari pemikiran bahwa promosi kesehatan adalah suatu filosofi umum yang menitikberatkan pada gagasan bahwa kesehatan yang baik merupakan usaha individu sekaligus kolektif (Taylor, 2003).
Bagi individu, promosi kesehatan terkait dengan pengembangan program kebiasaan kesehatan yang baik sejak muda hingga dewasa dan lanjut usia (Taylor, 2003). Secara kolektif, berbagai sektor, unsur, dan profesi dalam masyarakat seperti praktisi medis, psikolog, media massa, para pembuat kebijakan publik dan perumus perundang-undangan dapat dilibatkan dalam program promosi kesehatan. Praktisi medis termasuk perawat dapat mengajarkan kepada masyarakat mengenai gaya hidup yang sehat dan membantu mereka memantau atau menangani risiko masalah kesehatan tertentu.
Para pembuat kebijakan melakukan pendekatan secara umum lewat penyediaan informasi-informasi yang diperlukan masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan gaya hidup sehat, serta penyediaan sarana-sarana dan fasilitas yang diperlukan untuk mengubah kebiasaan buruk masyarakat. Berikutnya, perumus perundang-undangan dapat menerapkan aturan-aturan tertentu untuk menurunkan risiko kecelakaan seperti misalnya aturan penggunaan sabuk pengaman di kendaraan (Taylor, 2003).
Promosi kesehatan mencakup baik kegiatan promosi (promotif), pencegahan penyakit (preventif), pengobatan (kuratif), maupun rehabilitasi. Dalam hal ini, orang-orang yang sehat maupun mereka yang terkena penyakit, semuanya merupakan sasaran kegiatan promosi kesehatan. Kemudian, promosi kesehatan dapat dilakukan di berbagai ruang kehidupan, dalam keluarga, sekolah, tempat kerja, tempat-tempat umum, dan tentu saja kantor-kantor pelayanan kesehatan. Dalam melaksanakan program promosi kesehatan diperlukan suatu tahapan yang sistematis guna pencapaian tujuan program yang ditetapkan. Tahapan promosi kesehatan meliputi tahap pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi hasil.
1.      KONSEP-KONSEP KUNCI
a.       Tahap pengkajian promosi kesehatan
b.      Tahap perencanaan promosi kesehatan
c.       Definisi perencanaan promosi kesehatan
d.      Strategi perencanaan promosi kesehatan
e.       Model perencanaan promosi kesehatan
f.       Tahap implementasi promosi kesehatan
g.      Tahap evaluasi promosi kesehatan

2.      PETUNJUK
a.       Pelajari BAB X dengan tekun dan disiplin!
b.      Penyajian setiap bab meliputi: judul bab dan konsep-konsep kunci, petunjuk, kerangka isi, tujuan pembelajaran umum, tujuan pembelajaran khusus, paparan materi, tugas dan latihan, rangkuman, dan soal-soal akhir bab yang disertai dengan kunci jawaban.
c.       Dalam uraian materi terdapat test sambil jalan. Test ini dapat menjadi tuntunan pembaca dalam memahami uraian bahan ajar dari setiap bagian.
d.      Kerjakan soal-soal latihan dan soal akhir bab dengan tekun dan disiplin!
e.       Bacalah sumber-sumber pendukung untuk memperdalam pengetahuan dan wawasan Anda.
f.       Ikuti urutan penyajian setiap bab tahap demi tahap!
g.      Selamat belajar, semoga sukses.
3.      TUJUAN PEMBELAJARAN
a.       Tujuan Pembelajaran Umum
Mahasiswa mampu memahami tentang langkah-langkah kegiatan promosi kesehatan.
b.      Tujuan Pembelajaran Khusus
Mahasiswa mampu memahami:
1.   Menjelaskan tentang tahap pengkajian promosi kesehatan
2.   Menjelaskan tentang tahap perencanaan promosi kesehatan
3.   Menjelaskan tentang definisi perencanaan promosi kesehatan
4.   Menjelaskan tentang strategi perencanaan promosi kesehatan
5.   Menjelaskan tentang model perencanaan promosi kesehatan
6.   Menjelaskan tentang tahap implementasi promosi kesehatan
7.   Menjelaskan tentang tahap evaluasi promosi kesehatan

PEMASARAN SOSIAL



A.    PENDAHULUAN
Komunikasi kesehatan masyarakat saat ini sudah mengalami perubahan yang sangat pesat dan mendasar dari strategi yang bersifat partial komunikasi kesehatan telah bergeser kepada strategi komprehensif berdasarkan hasil studi empiris. Komunikasi kesehatan saat ini juga telah memanfaatkan teknologi baru yang di modifikasi dengan komunikasi pembangunan. Prinsip-prinsip pemasaran sosial. Analisis perilaku serta manejemen yang berorientasi kepada pelanggan.
Tujuan pokok dari program komunikasi kesehatan adalah perubahan perilaku kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan. Dengan adanya interfensi komunikasi kesehatan juga di harapkan dapat menumbuhkan permintaan terhadap produk atau pelayanan kesehatan yang di butuhkan seperti keluarga berencana. Kelangsungan hidup anak, pencegahan penyakit infeksi yang aman dan efektif.
Upaya menumbuhkan permintaan terhadap pelayanan kesehatan merupakan “ efek “ dari proses komunikasi kepada anggota masyarakat bahwa telah tersedia pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan muda di dapat dan di gunakan. Informasi ini dapat mengubah perilaku masyarakat yang mulanya tidak pernah memanfaatkan pelayanan kesehatan karena tidak tahu kini bahkan menjadi kebutuhan.
Salah satu efek dari komunikasi kesehatan masyarakat adalah tumbuhnya motifasi masyarakat untuk mengadopsi kebiasaan atau perilaku baru dan bersikap “ fasilitasi “ terhadap masalah kesehatan yang di hadapi. Dengan tumbuhnya motifasi di kalangan masyarakat di harapkan upaya-upaya pergerakan-pergerakan masyarakat menjadi lebih dinamis untuk memperoleh kesempatan dan peluang dalam upaya baik pencegahan (prefentif) maupun promotif.
Upaya promotif tersebutlah yang dinamakn dengan pemasaran social di bidang kesehatan.
Konsep pemasaran pada mulanya di terapkan di perusahaan-perusahaan besar di Negara industri yang telah maju, dan berkembang sedemikain rupa sehingga menjadi penentu setiap usaha. Penerapan konsep tersebut saat ini sudah meluas sampai ke luar bidan, yaitu bidang politik dan social. Di bidang kesehatan, konsep pemasaran telah di terapkan di berbagai negara untuk berbagai program. Indonesia telah menggunakan pendekataan ini dalam penanggulangan diare melalui rehidraksi oral, imunisasi, penanggulan kekurangan vitamin A, keluarga berencana dan lainnya.
Pengertian pemasaran seringkali dikacaukan dengan penjualan. Padahal kedua konsep  hal tersebut sangat berbeda. Penjualan bertolak dari produk yang telah di buat, kemudian diupayakan untuk dijual pada konsumen. Sedangkan pemasaran bertolak dari kebutuhan dan keinginan konsumen, kemudian baru dibuat atau di kembangkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen itu.
1.      Konsep-Konsep Kunci
a.       Definisi Pemasaran
b.      Definisi Pemasaran Sosial
c.       Unsur- unsur Pemasaran Sosial
d.      Langkah- langkah dalam mengembangkan Pemasaran Sosial
e.       Faktor Penentu dalam Pemasaran Sosial
f.       Peran Media massa dalam Pemasaran sosial
2.      Petunjuk
Dalam mempelajari materi ini ada beberapa kunci yang nantinya digunakann sebagai petunjuk dalam memahami materi ini yaitu:
a.       Pelajari materi Bab I mengenai Konsep Dasar Promosi Kesehatan dengan tekun dan disiplin
b.      Penyajian setiap bab meliputi : judul bab dan konsep-konsep kunci, petunjuk, kerangka isi, tujuan pembelajaran umum, tujuan pembelajaran khusus, paparan materi, tugas dan latihan, rangkuman, dan soal-soal akhir bab yang disertai dengan kunci jawaban
c.       Dalam urauan materi terdapat tes sambil jalan. Tes ini dapat menjadi tuntunan pembaca dalam memahami uraian bahan ajar bagian demi bagian
d.      Bacalah sumber-sumber pendukung untuk memperdalam pengetahuan dan wawasan anda

3.      Tujuan
Tujuan Umum Pembelajaran 
Memahami Pemasaran Sosial dalam Promosi Kesehatan
Tujuan Khusus Pembelajaran 
a)      Memahami definisi dari pemasan dan pemasaran sosial
b)      Memahami unsur- unsure dari pemasaran sosial
c)      Memahami lingkup pemasaran sosial dalam kesehatan
d)     Memahami langkah- langkah dalam mengembangkan Pemasaran sosial
e)      Memahami faktor penentu dalam pemasaran sosial
f)       Memahami peran media massa dalam promosi sosial

KOMUNIKASI DALAM KESEHATAN



      A.    PENDAHULUAN
Komunikasi merupakan hal terpenting dalam kehidupan. Komunikasi dibuat untuk menyebarluaskan pesan kepada publik, mempengaruhi khalayak dan menggambarkan kebudayaan pada masyarakat. Hal ini membuat media menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan berinteraksi yang bersifat antarpribadi, dipenuhi melalui kegiatan komunikasi interpersonal atau antarpribadi. Sedangkan kebutuhan untuk berkomunikasi secara publik dengan orang banyak, dipenuhi melalui aktivitas komunikasi massa.
Dengan demikian komunikasi menjadi unsur penting dalam berlangsungnya kehidupan suatu masyarakat. Selain merupakan kebutuhan, aktivitas komunikasi sekaligus merupakan unsur pembentuk suatu masyarakat. Sebab tidak mungkin manusia hidup di suatu lingkungan tanpa berkomunikasi satu sama lain.
Komunikasi massa adalah proses penyampaian informasi kepada khalayak massa dengan menggunakan saluran-saluran media massa. Jadi komunikasi massa tidak sama dengan media massa. Media massa hanyalah salah satu faktor yang membentuk proses komunikasi massa tersebut, yaitu sebagai alat atau saluran. Iklan merupakan berita pesanan untuk mendorong, membujuk orang agar tertarik pada barang yang ditawarkan. Secara garis besar iklan dibagi menjadi dua, yang pertama iklan komersil yaitu iklan yang bertujuan untuk meningkatkan pemasaran suatu produk dan jasa. Yang kedua iklan non komersil yaitu bagian dari kampanye sosial dengan tujuan mengajak, menghimbau atau menyampaikan gagasan demi kepentingan umum. Iklan non komersil lebih dikenal dengan iklan layanan masyarakat.
1.    Konsep-Konsep Kunci
  1. Pengertian Komunikasi  dan Komunikasi Kesehatan
  2. Proses Komunikasi
  3. Dasar Komunikasi
  4. Hambatan dalam Komunikasi
  5. Bentuk Komunikasi
  6. Ruang Lingkup Komunikasi Kesehatan
  7. Komunikasi dalam Pendidikan Kesehatan
  8. Dampak Komunikasi Kesehatan dalam Pembangunan Kesehatan
2.    Petunjuk
a.       Pelajari BAB VIII dengan tekun dan disiplin!
b.      Penyajian setiap bab meliputi: judul bab dan konsep-konsep kunci, petunjuk dan kerangka isi, tujuan pembelajaran umum dan tujuan kerangka khusus, paparan materi, tugas dan latihan, rangkuman dan soal-soal akhir bab yang sertai dengan kunci jawaban.
c.       Dalam uraian materi terdapat tes sambil jalan. Tes ini menjadi tuntutan pembaca dalam memahami uraian bahan ajar bagian demi bagian.
d.      Kerjakan soal-soal latihan dan  soal akhir bab dengan tekun dan disiplin!
e.       Bacalah sumber-sumber pendukung untuk memperdalam pengetahuan dan wawasan anda
f.       Ikuti urutan penyajian setiap bab tahap demitahap!
g.      Semangat belajar semoga sukses.
3.    Tujuan
a.       Tujuan umum pembelajaran
Mahasiswa mampu memahami konsep dasar komunikasi dalam kesehatan
b.      Tujuan khusus pembelajaran
1)      Menjelaskan pengertian komunikasi dan komunikasi kesehatan dengan benar       
2)      Menjelaskan proses komunikasi dengan benar         
3)      Menjelaskan dasar komunikasi dengan benar           
4)      Menjelaskan hambatan dalam komunikasi dengan benar     
5)      Menjelaskan bentuk komunikasi dengan benar        
6)      Menjelaskan ruang lingkup komunikasi kesehatan dengan benar     
7)      Menjelaskan komunikasi dalam pendidikan kesehatan dengan benar
8)      Menjelaskan dampak komunikasi kesehatan dalam pembangunan kesehatan dengan benar           

PEMBUATAN MEDIA PROMKES



A.    PENDAHULUAN
Upaya mewujudkan kesehatan masyarakat di Indonesia terutama dilakukan dengan  melakukan perubahan perilaku kesehatan melalui promosi kesehatan. Promosi kesehatan meliputi kegiatan pendidikan kesehatan disertai pemberdayaan masyarakat. Pendidikan kesehatan memiliki tujuan utama mengubah pengetahuan masyarakat agar terbentuk perilaku sehat sesuai yang diharapkan. Peningkatan pengetahuan kesehatan masyarakat diharapkan memicu sikap mendukung perilaku sehat, bila didukung faktor pemungkin dan pendorong akan membentuk perilaku sehat.
Media sebagai saluran informasi merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan kesehatan. Menurut fungsi sebagai saluran pesan media pendidikan kesehatan dapat dikelompokkan atas media cetak, media elektronik dan media papan (billboard). Beberapa media cetak dikenal antara lain booklet, leaflet, selebaran (flyer), lembar balik (flip chart), artikel atau rubrik, poster dan foto. Media elektronik dapat berupa televisi, radio, video, slide, film strip dan sekarang dikenal internet. Media papan berupa baliho biasanya dipasang di tempat-tempat umum yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Penggunaan alat peraga memperhatikan tujuan penggunaannya (sederhana dan kompleks), sasaran, tempat dan penggunanya. Dengan memahami komunikasi khususnya alat peraga dan media pendidikan kesehatan diharapkan analis laboratorium mampu menyampaikan informasi kesehatan terutama preventif sehingga timbul perubahan perilaku kesehatan masyarakat agar lebih mendahulukan mencegah penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan.
1.      KONSEP- KONSEP KUNCI
a.       Pengertian media promosi kesehatan.
b.      Tujuan media promosi kesehatan.
c.       Manfaat media promosi kesehatan.
d.      Himbauan dalam pesan pada media promosi kesehatan.
e.       Macam- macam media promosi kesehatan.
f.       Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan media promosi kesehatan.
g.      Bahan pembuatan media promosi kesehatan.
h.      Cara membuat media promosi kesehatan.
i.        Langkah- langkah penetapan media promosi kesehatan.
2.      PETUNJUK
a.       Pelajari BAB VII dengan tekun dan disiplin!
b.      Penyajian setiap bab meliputi: judul bab dan konsep- konsep kunci, petunjuk, kerangka isi, tujuan pembelajaran umum, tujuan pembelajaran khusus, paparan materi, tugas dan latihan, rangkuman, dan soal- soal akhir bab yang disertai dengan kunci jawaban.
c.       Dalam uraian materi terdapat test sambil jalan. Test ini dapat menjadi tuntunan pembaca dalam memahami uraian bahan ajar bagian demi bagian.
d.      Kerjakan soal- soal latihan dan soal akhir bab dengan tekun dan disiplin!
e.       Bacalah sumber- sumber pendukung untuk memperdalam pengetahuan dan wawasan anda.
f.       Ikuti turutan penyajian setiap bab tahap demi tahap!
g.      Selamat belajar, semoga sukses.
3.      TUJUAN PEMBELAJARAN
a.       Tujuan Pembelajaran Umum
Mahasiswa mampu memahami pembuatan media promkes.
b.      Tujuan Pembelajaran Khusus
Mahasiswa mampu:
1)      Menjelaskan pengertian media promosi kesehatan.
2)      Menjelaskan tujuan media promosi kesehatan.
3)      Menjelaskan manfaat media promosi kesehatan.
4)      Menjelaskan himbauan dalam pesan pada media promosi kesehatan.
5)      Menjelaskan macam- macam media promosi kesehatan.
6)      Menjelaskan apa yang perlu diperhatikan dalam pembuatan media promosi kesehatan.
7)      Menjelaskan bahan yang diperlukan dalam pembuatan media promosi kesehatan.
8)      Menjelaskan cara membuat media promosi kesehatan.
9)      Menjelaskan langkah- langkah penetapan media promosi kesehatan.

MEDIA PROMOSI KESEHATAN



  A.    PENDAHULUAN
Media adalah  alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan atau pengajaran. Media pendidikan kesehatan disebut juga sebagai alat peraga karena berfungsi membantu dan memeragakan sesuatu dalam proses pendidikan atau pengajaran. Prinsip pembuatan alat peraga atau media bahwa pengetahuan yang ada pada setiap orang diterima atau ditangkap melalui pancaindera.
Semakin banyak pancaindra yang digunakan, semakin banyak dan semakin jelas pula pengertian atau pengetahuan yang diperoleh. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan alat peraga dimaksudkan mengarahkan indra sebanyak pada suatu objek sehingga memudahkan pemahaman.
Media promosi kesehatan adalah semua saranana atau upaya menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator, baik melalui media cetak, elektronika, dan media luar ruang, sehingga pengetahuan sasaran dapat meningkat dan akhirnya dapat mengubah perilaku ke arah positif terhadap kesehatan (Soekidjo, 2005). Alat bantu yang digunakan secara baik memberikan keuntungan-keuntungan, antara lain :
a.       Dapat menghindari kesalahan pengertian/pemahaman atau salah tafsir.
b.      Dapat memperjelas apa yang diterangkan dan dapat lebih mudah ditangkap.
c.       Apa yang diterangkan akan lebih lama diingat, terutama hal-hal yang mengesankan.
d.      Dapat menarik serta memusatkan perhatian.
e.       Dapat memberi dorongan yang kuat untuk melakukan apa yang dianjurkan.

1.      Konsep-Konsep Kunci
a.       Pengertian Media Promosi Kesehatan
b.      Tujuan Media Promosi Kesehatan
c.       Penggolongan Media Promosi Kesehatan
d.      Merancang Pengembangan Media Promosi Kesehatan
e.       Pesan Dalam Media
2.      Petunjuk
a.       Pelajari materi BAB VI dengan tekun dan disiplin!
b.      Penyajian setiap bab meliputi: judul bab dan konsep-konsep kunci, petunjuk, kerangka isi, tujuan pembelajaran umum, tujuan pembelajaran khusus, paparan materi, tugas dan latihan, rangkuman, dan soal-soal akhir bab yang disertai dengan kunci jawaban.
c.       Dalam uraian materi terdapat test sambil jalan. Test ini dapat menjadi tuntunan pembaca dalam memahami uraian bahan ajar bagian demi bagian.
d.      Kerjakan soal-soal latihan dan soal akhir bab dengan tekun dan disiplin!
e.       Bacalah sumber-sumber pendukung untuk memperdalam pengetahuan dan wawasan anada.
f.       Ikuti turutan penyajian setiap bab tahap demi tahap!
g.      Selamat belajar dan semoga sukses.
3.      Tujuan Pembelajaran
a.       Tujuan Umum Pembelajaran
Mahasiswa mampu memahami tentang media dalam promosi kesehatan
b.      Tujuan Khusus Pembelajaran
Mahasiswa mampu memahami :
a)      Pengertian Media Promosi Kesehatan
b)      Tujuan Media Promosi Kesehatan
c)      Penggolongan Media Promosi Kesehatan
d)     Merancang Pengembangan Media Promosi Kesehatan
e)      Pesan Dalam Media